Brawijaya Hospital Saharjo, Pusat Layanan Kesehatan Tercanggih dan Lengkap di Pusat Kota Jakarta

  Mendengar kata Rumah Sakit Brawijaya, pikiran saya langsung tertuju pada sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya di daerah Antasari, di ...

10.000 Anak Muda Asia Tenggara Kembangkan Keterampilan di 20 Tech Hubs Binaan HP


HP Inc. mengumumkan rencana untuk membuka 20 Tech Hubs di komunitas kurang mampu di seluruh Asia Tenggara pada akhir 2020. Program ini menyediakan pelatihan teknologi dan kewirausahaan bagi siswa berusia 13 tahun ke atas, dan bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan 10.000 anak muda pada akhir tahun. Tujuan ini selaras dengan komitmen HP untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik bagi 100 juta orang pada 2025. Semua Ini diuraikan dalam laporan HP Sustainable Impact 2019.

Dilengkapi 15 hingga 20 PC baru serta dukungan jaringan dari HP, HP Tech Hubs memadukan pembelajaran ala ruang kelas dan online untuk menghadirkan keterampilan teknis dan soft skills yang penting bagi kaum muda untuk berkembang. Ragam keterampilan ini termasuk Microsoft Office, coding, komunikasi, pola pikir sukses, dan cara memulai bisnis kecil, yang diajarkan oleh instruktur atau dapat diakses secara daring. Kursus kewirausahaan diadaptasi dari HP LIFE, program HP Foundation gratis yang menawarkan modul tentang kewirausahaan, pemasaran, dan pengembangan bisnis. Para siswa akan diberikan sertifikasi untuk kursus yang mereka selesaikan.

Enam Tech Hubs telah didirikan di Lombok dan Jakarta, Indonesia, serta di Kuala Lumpur, Malaysia. Hub yang tersisa direncanakan akan didirikan di Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina pada akhir tahun ini.


Membuka Hasil Pembelajaran yang Lebih Baik untuk Masa Depan

HP Tech Hubs adalah bagian dari inisiatif pendidikan perusahaan untuk Asia Pasifik, yang telah memberi manfaat bagi 1,3 juta pelajar dan orang dewasa pada 2019. Berbagai inisiatif ini meliputi:

  • HP LIFE: Sejak diluncurkan pada 2016, HP LIFE telah menerima pendaftaran lebih dari 214.000 pengguna di seluruh dunia. Di Asia-Pasifik, lebih dari 20.600 peserta didik telah mengakses kurikulum HP LIFE di 28 negara.
  • World on Wheels: Sejak 2017, program World on Wheels (WOW) meluncurkan 43 laboratorium mandiri yang dilengkapi akses internet dan pembelajaran seluler bertenaga matahari di pedesaan India. Inisiatif inimenyediakan akses teknologi dan pembelajaran bagi sekitar 3,5 juta orang di lebih dari 1.400 desa.
  • Little Makers Challenge: Inisiatif yang diadakan di Malaysia ini ditujukan untuk orang tua, guru, dan anak berusia 5 hingga 12 tahun untuk mengajar, bermain, dan belajar bersama secara kreatif melalui materi cetak dan online. Inisiatif ini menerima lebih dari 18.600 kiriman (posting), atau mewakili sekitar 90.000 jam aktivitas pelajaran seni, geografi, biologi, dan astronomi.
  • HP-NTU, Lab Manufaktur Digital: Didirikan bekerja sama dengan Universitas Teknologi Nanyang (NTU) dan National Research Foundation Singapore, Lab ini mendorong pengembangan inovasi, teknologi, dan keterampilan untuk mempopulerkan manufaktur digital. Pada bulan Januari, program ini memperkenalkan pengembangan keterampilan yang bertujuan membantu Singapura melatih dan meningkatkan keterampilan dalam manufaktur digital.

Mendorong Ekonomi Melingkar yang Rendah Karbon

Untuk mempercepat pergeseran ke ekonomi melingkar yang lebih efisien dan rendah karbon, HP memiliki komitmen global untuk menghilangkan 75 persen kemasan plastik sekali pakai pada 2025. Tiga ratus juta ton plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia, dan setengah dari ini adalah plastik sekali pakai serta 91 persen tidak didaur ulang sama sekali. Pengemasan juga mengalami peningkatan permintaan karena COVID-19. Pengemasan berkontribusi sebagian besar total limbah yang dihasilkan dan dapat memengaruhi kesehatan planet kita dan manusia.


HP telah melakukan aksi nyata untuk menciptakan ekonomi sirkular di Asia-Pasifik dengan program lokal dan regional yang berfokus pada pengurangan limbah plastik, meningkatkan penggunaan bahan daur ulang, dan memulihkan serta melindungi hutan.

  • Project STOP: HP bergabung dengan Project STOP, yang bekerja sama dengan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di Asia Tenggara untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah yang efektif yang mengurangi plastik yang terbuang di laut di Indonesia. Di Muncar, Jawa Timur, Project STOP telah mendirikan Pusat Pemulihan Bahan untuk mengumpulkan, mengelola, dan mendaur ulang limbah plastik yang berasal lebih dari 60.000 orang dan yang telah menciptakan lebih dari 100 pekerjaan tetap. Layanan pengumpulan sampah akan diluncurkan kepada lebih dari 450.000 orang di 55 desa di Muncar, Pasuruan dan Jembrana selama tiga tahun ke depan.
  • Tidy Tech Kiwi: HP mengatasi masalah limbah elektronik dengan program Tidy Tech Kiwi di New Zealand. Pada tahun 2019, program ini berhasil mengalihkan lebih dari 8.000 kg limbah elektronik dari tempat pembuangan sampah dan mengumpulkan lebih dari US$11.000 untuk tujuh sekolah.
  • Straw Pallet Program: HP terus menggunakan bahan daur ulang untuk pengiriman printer inkjet HP dengan 52.000 palet yang terbuat dari 2.450 ton jerami dari China pada 2019. Jerami tersebut tadinya akan dibakar sebagai limbah pertanian. Sejak 2017, lebih dari 164.900 palet jerami telah digunakan, mengalihkan lebih dari 7.400 ton jerami. 
  • HP Sustainable Forest Collaborative: Semua kertas bermerek HP sudah bebas deforestasi, dan pada akhir tahun 2020, perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai 100% nol deforestasi untuk semua kemasan produk berbasis kertas. Untuk memulihkan dan meningkatkan pengelolaan hampir 200.000 hektar hutan di Cina dan Brasil pada akhir 2024, HP bermitra dengan WWF di HP Sustainable Forest Collaborative. Di China, proyek ini difokuskan pada peningkatan luas hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan dan keanekaragaman hayati. Mitra baru – Arbor Day Foundation, Chenming Paper, Domtar dan New Leaf – juga bergabung dengan kolaborasi ini.

Merangkul Keanekaragaman dan Inklusi

HP mendorong budaya keberagaman dan inklusi di semua tingkatan perusahaan dan tetap berkomitmen untuk memerangi ketidaksetaraan ras dalam segala bentuk. Dewan Direksi HP – yang terdiri dari 42 persen wanita dan 58 persen minoritas – terus menjadi yang paling beragam dibanding perusahaan teknologi AS lainnya. Awal tahun ini, HP kembali berkomitmen untuk melanjutkan CEO Action for Diversity and Inclusion, komitmen bisnis terbesar yang didorong oleh CEO, untuk memajukan keragaman dan inklusi di tempat kerja. Pada 2019, perempuan mencakup 40 persen perekrutan global dan 44 persen di Asia.


Program-program HP yang ditujukan untuk mendukung kepemimpinan perempuan dan memberikan 
kesempatan yang setara bagi karyawan dan peluang pengembangan di Asia meliputi:

  • Program HOPE di China: Sebuah inisiatif yang memberikan peluang yang sama bagi para penyandang cacat. Saat ini, program memiliki 28 anggota tim yang tersebar di kantor HP di Beijing, Shanghai, dan Dalian.
  • Program Disha di India: Program kepemimpinan enam bulan untuk karyawan wanita dengan 119 lulusan dari 2017 hingga 2019. Lebih dari 40% lulusan telah dipromosikan atau mencoba peran baru.
  • Program kepemimpinan perempuan dan HOPE di Jepang: HP memberikan pelatihan kepemimpinan untuk karyawan perempuan baik di dalam perusahaan maupun melalui kolaborasi dengan perusahaan lain, serta peluang yang setara bagi penyandang cacat di bawah program HOPE.

Untuk menyoroti isu-isu ini secara global, HP bermitra dengan Girl Rising, sebuah NGO global yang berdedikasi untuk memberantas kemiskinan dengan menyediakan pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan, untuk meluncurkan My Story: The 2020 Storytelling Challenge. Tantangan bercerita ini akan menghidupkan contoh-contoh pemimpin muda yang memperjuangkan hak asasi manusia, keadilan rasial, kesetaraan gender, dan kemajuan pendidikan bagi anak perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar