Artikel Unggulan

5 Alasan HUAWEI MateBook D 14 Jadi Laptop Andalan

  Setiap orang memiliki kebutuhan unik dalam memilih laptop, yang bisa beragam dari segi fungsionalitas dan kemampuan komputasi yang canggih...

Jalan Pagi bersama Keluarga di Tebet Eco Park

 


Akhirnya! Setelah sekian bulan hanya berangan, bisa jalan pagi bersama di sini, tiba waktunya bagi kami untuk mewujudkan itu semua. Yup! Kami jalan pagi di Tebet Eco Park.

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 6 pagi dengan menggunakan Grab Car dan diturunkan di gerbang selatan. Karena masih kepagian, kami bisa langsung masuk ke dalam area taman. Kami tidak tahu bahwa semestinya kami harus scan dulu dengan aplikasi Jaki. Saya pikir, sekarang hal itu sudah tidak diperlukan lagi karena sudah bebas PPKM. Di dalam, sedang ada persiapan acara, sekilas saya baca, acaranya BCA.

Kami berjalan menelusuri track jalan/lari, berlawanan arah jarum jam. Di sisi kanan terlihat area hewan peliharaan untuk bermain dan melatih ketangkasan. Terdapat dua bagian, yaitu taman bermain untuk anjing dan sebelah lagi untuk kucing.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 500 meter, kami melihat arena bermain yang cukup menarik. Arena yang ditujukan untuk melatih motorik anak ini cukup luas dan jadi pusat aktivitas anak-anak yang hadir di sini.


Tak seberapa jauh dari sini, di sudut taman yang berbatasan dengan jalan raya yang memisahkan bagian selatan dan utara, tampak arena gerak badan untuk orang dewasa. Ketika kami  menghampiri, ramai orang yang sedang menggunakannya.


Sesaat setelah melewati area ini, kami pun segera menuju ke jembatan penyeberangan yang menghubungkan antara kedua wilayah taman, selatan dan utara. Jembatan ini diberi nama Infinity Bridge.


Setelah berjalan menaiki jembatan, kami pun tiba di sisi utara taman. Di sini lebih banyak area untuk piknik dan bersantai. Banyak meja dan kursi taman, serta beberapa wahana permainan seperti jungkat-jungkit dan ayunan. 


Saat kami menelusuri jalan setapak, berharap di ujung taman ada jalan melingkar, namun nyatanya, jalan buntu yang kami temui. Sebetulnya, ada gerbang yang merupakan perbatasan dengan taman lalu lintas, namun ternyata dikunci.


Kami pun balik arah, kembali mencari jalur yang benar supaya bisa kembali ke area selatan taman. Selewatan jalur yang kami lalui, kami melihat semacam perpustakaan kecil berbentuk sarang, lengkap dengan kursi santai untuk membaca di dekat situ.


Anak-anakku yang maniak buku pun langsung bergegas menghampiri, ingin tahu, jenis buku apa saja yang ada di dalam situ. Setelah puas ngepoin isi kotak buku, kami pun melanjutkan perjalanan, menyusuri trek jalan kaki di sisi barat, menuju gerbang utara. Di gerbang utara taman, terdapat prasasti yang ditandatangani oleh Pak Gubernur DKI. Kami pun sempat berfoto di dekat situ.


Selurusan dari sini, kami pun menuju jembatan Infinity, untuk kembali menyeberang ke area selatan taman. Di sisi barat taman bagian selatan, lebih banyak spot yang menarik. Ada kolam yang sayangnya nggak ada ikannya, tapi banyak sekali kucing berkeliaran.


Di dekat kolam ini pun, terdapat jalan pintas yang menghubungkan sisi barat taman dengan wahana bermain anak di sisi timur. Uniknya, jalan setapaknya dibuat menggantung (raised floor) dan ada jembatan gantung untuk menyeberang. Jika dilihat dari sisi timur, tidak ada peringatan sama sekali. Namun jika kita menyeberang dari sisi barat, akan terbaca peringatan bahwa maksimal hanya 3 orang yang diperkenankan untuk menyeberang lewat jembatan gantung secara bersamaan.

Setelah merasa cukup lelah dan banyak berkeringat, kami pun memutuskan untuk keluar dari taman, mencari minuman dan jajanan. Maklum, tadi belum sempat sarapan juga pas berangkat ke sini. Nah, di sinilah kami menyadari bahwa harusnya kami scan QR sebelum memasuki taman. Setelah cukup siang, petugasnya baru ada. Tadi pagi ketika kami datang, tidak ada petugas sama sekali, jadi kami bisa nyelonong aja masuk ke dalam taman.

Demikianlah kisah kami jalan pagi ke Tebet Eco Park. Suasana dan hawanya sangat menyegarkan, terutama saat masih pagi hari. Menjelang siang, taman mulai dipenuhi oleh pengunjung dan terasa kurang nyaman untuk bergerak. Kami pulang sekitar pukul 9 pagi, dan suasana makin ramai oleh pengunjung. Jadi, kami sarankan untuk ke sini pagi-pagi sekali.


Catatan : di seberang gerbang selatan, sebelah kafe Darling Habit, ada yang jualan jus murni, tanpa susu, tanpa gula, dingin karena dipendam es batu. Harganya cuma 10 ribu rupiah per gelas. Rekomen!

Semoga bermanfaat, salam kompak persahabatan selalu..








2 komentar:

  1. Duuuuh cantiiik ya ternyata Eco park Tebet ini. Belum pernah kesini mas 😅. Agak jauh sih dari rumahku di Rawamangun. Dan kalo mau olahraga aku juga lebih suka dj velodrome atau jogging track kelapa gading.

    Tapi sukaa ih lihat Eco park, kliatan banget rindang jadi ga berasa panas2 amat.

    Dan bookhive (rak yg berisi buku) juga masih ada di taman ini yaa. Waktu itu mereka pernah kehilangan semua bukunya, diambil Orang2 ga bertanggungjawab. Padahal walopun buku2 di sana bebas diambil, tp kan bukan diambil semua juga. Itu mah emang niat maling.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. temenku yang tinggal di rawamangun juga seringnya ke velodrome. sudah bagus juga kok, semoga semakin tambah rindang aja. kalo di eco park kan emang dulunya kayak hutan, serem :p

      Hapus