Kuliner Telor Milennial di Rumah Telor AyaHayam yang Fenomenal


Halo semua, jumpa lagi dalam tulisan saya yang masih ngebahas soal kuliner berbahan dasar telor. Lho? Kenapa dibahas lagi? Itu karena pada kunjungan saya terdahulu, saya gagal menikmati sajian menu khusus yang ingin sekali saya rasakan sensasi kenikmatannya, yaitu Tamago Kake Gohan. Tak mau gagal untuk kedua kalinya, pada tanggal 8 Maret 2018 kemarin, saya mereservasi menu tersebut dan konfirmasi akan datang bersama teman-teman persis di jam makan siang. Oya, kunjungan awal saya ke Rumah Telor AyaHayam bisa dibaca pada tulisan saya yang berjudul "Menu Berbahan Telor di Rumah Telor ayaHayam Pasar Santa"

Teng! Kelar sholat Dzuhur, saya bersama rekan saya Wisnu dan Dikki, segera menuju ke lokasi. Cuaca sangat bersahabat walau indikasi mendung sudah mulai merata. Perjalanan cukup lancar, sampai di Pasar Santa pun kami tidak kesulitan menemukan slot parkir yang kosong. Dan karena ini adalah kunjungan kami yang kedua kalinya, maka menemukan kembali posisi kedainya tidak terlalu menyulitkan.

Rekan saya yang kebetulan vlogger dan blogger langsung menggali informasi kepada sang owner

Kali ini, selain memang saya penasaran dengan menu Tamago Kake Gohan yang menggoda iman itu, ternyata pada suguhan pertama, selain berupa air es yang dingin, sajian Egg Brulee menjadi santapan pembuka. Egg Brulee adalah sajian telor setengah matang yang dibelah menjadi dua, dan ditaburi gula dan keju, lalu dibakar pakai flamethrower. Dan hasilnya bisa dilihat di bawah ini.

Egg Brulee - tinggal separuh karena memang nantangin buat segera dimakan

Untuk minumannya, saya kembali memesan Jus Pinang muda, namun kali ini saya minta agar hasil blendernya disaring terlebih dahulu. Dan benar saja, saya jadi lebih nyaman untuk menikmatinya karena tidak repot dengan butiran-butiran pinang yang biasanya masih kasar.

Jus Pinang Muda ala Rumah Telor AyaHayam

Selanjutnya adalah menu yang sudah lama ditunggu-tunggu, yaitu Tamago Kake Gohan. Sajian ini menggunakan telor yang diproses khusus dan memiliki sertifikasi internasional, sangat higienis karena disantap secara mentah.

Tamago Kake Gohan - sebelum dicampur dengan bumbu lainnya

Penampakan Tamago Kake Gohan setelah dicampur - sesaat sebelum diaduk

Karena saya tipe diaduk, maka selepas foto, Tamago Kake Gohan langsung saya aduk hingga merata. Dan benar saja, sensasi rasanya sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata. Laksana kita sedang kulineran di Jepang, tapi nggak perlu berangkat ke Jepang. Akhirnya, keinginan saya yang terpendam lama terwujud sudah. Bukan sekadar terwujud, tapi nikmatnya juga nyata. Porsinya pas, jadi nggak kurang, nggak lebih, tapi tetep ngenyangin.

"Laksana kita sedang kulineran di Jepang, tapi nggak perlu berangkat ke Jepang."

Sajian terakhir yang dimunculkan adalah kopi susu jahe khas Rumah Telor AyaHayam. Sajian ini terasa pas banget, karena ketika kita ingin menyudahi kunjungan, ternyata di luar sana hujan sedang turun dengan derasnya.

Kopi Susu Jahe ala Rumah Telor AyaHayam

Kopi susu jahe yang disajikan terasa menghangatkan, dengan sensasi manis khas gula aren, sungguh pas di tenggorokan.

Menjelang pukul 3 sore, hujan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Karena dampak informasi di media sosial yang saya lakukan sembari santap siang, beberapa kawan justru merujuk sebuah kedai kopi di sekitar Pasar Santa, namanya Kopi Tuku. Yah, karena masih berada di lokasi, mana hujan pula, maka sekalian saja saya beli beberapa cup untuk kawan-kawan yang nampaknya sedang 'ngidam' kopi Tuku.

Mejeng dulu di depan kedai kopi jaman ima

Tak lama, hujan pun mereda, berganti dengan gerimis kecil. Cuaca yang memungkinkan bagi kami untuk segera kembali ke kantor.

Itulah sekelumit kisah penantian saya menikmati sajian khas santapan ala Jepang, Tamago Kake Gohan. Bagi kalian yang mungkin penasaran, bisa langsung ke Pasar Santa di Kebayoran Baru, lantai basement, posisinya agak di tengah, gampang banget ditemukan. Soal harga, nggak pake mahal deh beneran. Semuanya terjangkau dan wajar. Dan yang utama, nikmat, fresh dan higienis. Niscaya akan memberikan dampak pada kesehatan.

Sampai jumpa di lain kesempatan, salam kompak persahabatan selalu..

Komentar

  1. Sebagai penggemar telur sejati, saya penasaran nih sama AyaHayam ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soklah samperin Mbak.. Biar nggak penasaran..

      Hapus
  2. Boleh singgah kesini pas jalan ke Jakarta nih :-)

    BalasHapus
  3. Aku prngen jus pinangnya. Biasanya cuma dengar di pepatah "Bagai pinang dibelah dua" ternuata beneran ada dan bisa dimakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesti cobain.. tapi kalo nggak minta disaring, akan disajikan apa adanya..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story] Waspada Memilih Sekolah Dasar (Swasta)!

[Story] Pindah Sekolah Anak SD, Sulitkah?

Pengalaman Pribadi bersama Si Mungil Meizu M5c